Kamis, 11 Agustus 2011

Anafilaksis


DEFINISI
Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi yang bersifatakut, menyeluruh dan bisa menjadi berat. Anafilaksis terjadi pada seseorang yang sebelumnya telah mengalami sensitisasi akibat pemaparan terhadap suatu alergen. Anafilaksis tidak terjadi pada kontak pertama dengan alergen.
Pada pemaparan kedua atau pada pemaparan berikutnya, terjadi suatu reaksi alergi. Reaksi ini terjadi secara tiba-tiba, berat dan melibatkan seluruh tubuh.

PENYEBAB
Anafilaksis bisa tejadi sebagai respon terhadap berbagai alergen.
Penyebab yang sering ditemukan adalah:
-       Gigitan/sengatan serangga
Serum kuda (digunakan pada beberapa jenisvaksin)
Alergi makanan
Alergi obat.
Serbuk sari dan alergen lainnya jarang menyebabkan anafilaksis.
Anafilaksis mulai terjadi ketika alergen masuk ke dalam aliran darah dan bereaksi dengan antibodi IgE. Reaksi ini merangsang sel-sel untuk melepaskanhistamin dan zat lainnya yang terlibat dalam reaksi peradangan kekebalan.
Beberapa jenis obat-obatan (misaln ya polymyxin, morfin, zat warna untuk rontgen), pada pemaparan pertama bisa menyebabkan reaksi anafilaktoid (reaksi yang menyerupai anafilaksis).
Hal ini biasanya merupakan reaksi idiosinkratik atau reaksi racun dan bukan merupakan mekanisme sistem kekebalan seperti yang terjadi pada anafilaksis sesungguhnya.

GEJALA
Sistem kekebalan melepaskan antibodi. Jaringan melepaskan histamine dan zat lainnya.
Hal ini menyebabkan penyempitan saluran udara, sehingga terdengar bunyi mengi (bengek), gangguan pernafasan; dan timbul gejala-gejala saluran pencernaan berupa nyeri perut, kram, muntah dan diare.
Histamin menyebabkan pelebaran pembuluh darah (yang akan menyebabkan penurunan tekanan darah) dan perembesan cairan dari pembuluh darah ke dalam jaringan (yang akan menyebabkan  penurunan volume darah), sehingga terjadi syok.
Cairan bisa merembes ke dalam kantung udara di paru-paru dan menyebabkan edema pulmoner.
Seringkali terjadi kaligata (urtikaria) dan angioedema. Angioedema bisa cukup berat sehingga menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan.
Anafilaksis yang berlangsung lama bisa menyebabkan aritimia jantung.

Gejala-gejala yang bisa ditemui pada suatu anafilaksis adalah:
- kaligata
- gatal di seluruh tubuh
- hidung tersumbat
- kesulitan dalam bernafas
- batuk
- kulit kebiruan (sianosis), juga bibir dan kuku
- pusing, pingsan
- kecemasan
- berbicara tidak jelas
- denyut nadi yang cepat atau lemah
- jantung berdebar-debar (palpitasi)
- mual, muntah
- diare
- nyeri atau kram perut
- bengek
- kulit kemerahan.

DIAGNOSA
Pemeriksaan fisik menunjukkan:
- kaligata di kulit dan angioedema (pembengkakan mata atau wajah)
- kulit kebiruan karena kekurangan oksigen atau pucat karena syok.
- denyut nadi cepat
- tekanan darah rendah.
Pemeriksaan paru-paru denganstetoskop akan terdengar bunyi mengi (bengek) dan terdapat cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner).

PENGOBATAN
Anafilaksis merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.
Bila perlu, segera lakukan resusitasi kardiopulmonal,intubasi endotrakeal (pemasangan selang melalui hidung atau mulut ke saluran pernafasan) atau trakeostomi/ krikotirotomi (pembuatan lubang di trakea untuk membantu pernafasan).
Epinefrin diberikan dalam bentuk suntikan atau obat hirup, untuk membuka saluran pernafasan dan meningkatkan tekanan darah.

Untuk mengatasi syok, diberikan cairan melalui infus dan obat-obatan untuk menyokong fungsi jantung dan peredaran darah.
Antihistamin (contohnya diphenhydramine) dan kortikosteroid (misalnya prednison) diberikan untuk meringankan gejala lainnya (setelah dilakukan tindakan penyelamatan dan pemberian epinephrine).

PENCEGAHAN
Hindari alergen penyebab reaksi alergi.
Untuk mencegah anafilaksis akibat alergi obat, kadang sebelum obat penyebab alergi diberikan,  terlebih dahulu diberikan kortikosteroid, antihistamin atau epinefrin.



PROSES PENUAAN


Pengertian :
Proses penuaan adalah :
   Suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakkan yang dideritanya (Nugroho,2000)


Penuaan dipengaruhi oleh :

1. Faktor genetik
2. Gaya hidup
3. Kurang istirahat
4. Banyak makan makanan berlemak dan berkalori
     tinggi
5. Kurang berolah raga
6. Faktor lingkungan

Tanda penuaan :

Kemunduran biologis/fisik
        - Timbul garis-garis keriput di wajah
        - Penglihatan mulai berkurang
        - Pendengaran mulai berkurang
        - Rambut mulai beruban
        - Mulut mulai mengendur
        - Kulit mulai keriput
        - Gerakan lambat dan mudah lelah
 
 Kemunduran kognitif
-          Menjadi pelupa
-          Ingatan tidak berfungsi dengan baik
-          Test intelegensia, nilai yang dicapai menjadi lebih rendah
-          Tidak mudah menerima hal-hal/ ide baru

   Proses penuaan dibagi 3 fase :

   Fase I  
   Usia 25-35 tahun
   Produksi hormon  mulai berkurang
   Mulai terjadi kerusakan sel tetapi tidak memberi pengaruh pada 
   kesehatan

   Fase II
   Usia 35-45 tahun
   Produksi hormon sudah menurun
   Tubuh mulai mengalami penuaan seperti
Ø    mata mulai rabun dekat
Ø    rambut mulai beruban
Ø    stamina tubuh mulai berkurang

    Fase III
    Usia 45 tahun ke atas
    Produksi hormon sudah berkurang atau berhenti
          Perempuan ----à monopause
    Pada masa ini :
    Kulit mulai kering
    Tubuh menjadi cepat lelah
    Berbagai penyakit mulai terasa seperti
-          D M
-           Osteoporosis
-           Jantung
-           Gigi dan mulut
-           dll


Kiat memperlambat penuaan :

ü  Olah raga teratur
ü   Makan makanan yang berserat
ü   Gaya hidup sehat
ü    Istirahat yang cukup
ü    Selalu berfikiran positif

Demam Berdarah Dengue (DBD)


Definisi
      Adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti betina lewat air liur gigitan saat menghisap darah manusia.
·       Nyamuk Aede aegypti berasal dari Brazil dan Ethyopia
·       Menggigit manusia pada waktu pagi dan siang har
·       Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit akut yang ditemukan di daerah tropis

Gejala-gejala Demem Berdarah Dengue (DBD)
1.    Demam /panas tinggi yang mendadak lebih dari dua hari
2.    Nyeri ulu hati karena adanya hepatomegali (pembengkakan hati)
3.    Terdapat bercak putih merah di kulit akibat pecahnay pembuluh darah
4.    Mengeluarkan darah dari hidung (mimisan), gusi, muntah darah, dan melalui buang air besar
5.    Penderita pucat, gelisah, ujung kaki dan ujung tangan dingin
6.    Syok, tekanan nadi menurun
7.    Trombositopeni (penurunan trombosit)  pada hari ke 3 – 7
8.    Sakit pada otot dan persendian

Klasifikasi Demam Berdarah dengue (DBD)
1.    Derajat I
Demam disertai dengan gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan adalah uji  laboratorium
2.    Derajat II
2.Derajat II
    Seperti derajat I disertai perdarahan spontan di kulit dan atau            
    perdarahan cair 
3.    Derajat III
Didapatkan kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lembut, tekanan nadi menurun (20mmHg/kurang) atau hipotensi, kulit dingin dan lembab dan anak tampak gelisah

4.    Derajat IV
Syok berat, nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur

Masa Inkubasi
Masa Inkubasi Demam Bersarah Dengue (DBD) terjadi selama 2 – 4 hari sejak seseorang terserang virus dengue.

Perjalanan penyakit DBD dibagi dalam tiga fase :
1.    Fase demam yang berlangsung  selama 2 - 7 hari
2.    Fase kritis/bocornya plasma yang berlangsung umumnya hanya 24 – 48 jam
3.    Fase penyembuhan yaitu 2 – 7 hari

    Cara penularan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah  lainnya

Yang beresiko terkena Demam Berdarah Dengue (DBD)
1.    Anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun
2.    Tinggal di lingkungan lembab serta daerah pinggiran yang kumuh
3.    Sering terjadi di daerah trofis dan muncul pada musim penghujan

Metode pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pencegahan DBD sangat tergantung pada pada pengendalian vektornya yaitu nyamuk Aedes aegypti
1.    Metode lingkungan
a.     Pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
b.    Pengolahan sampah padat
c.      Menjaga kebersihan rumah
-         Menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali dalam satu minggu
-         Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali
-         Menutup dengan rapat tempat penampungan air
-         Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas, ban bekas di sekitar rumah

2.    Metode biologi
Pengendalian biologis dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) dan bakteri

3.    Metode kimiawi
a.     Dengan pengasapan atau fogging (menggunakan malathion dan penthion) Berguna untuk  mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu.
b.    Memberikan bubuk abate (temephos)
 Pada tempat-tempat penampungan air seperti gentong air, vas bunga,   Kolam dll.

Cara efektif mencegah Demam Berdarah dengue (DBD)
Dengan mengkombinasikan cara-cara di atas yang disebut dengan 3M Plus
Ø 3M   
-         Menutup
-         Menguras
-         Menimbun
Ø Plus
-         Memelihara ikan pemakan jentik
-         Menabur larvasida
-         Menggunakankelambu pada waktu tidur
-         Memasang kasa
-         Menyemprot dengan insektisida
-         Memasang obat nyamuk

Cara Pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD)
1.    Penggantian cairan tubuh
2.    Penderita diberi minum sebanyak 1 – 2 liter dalam 24 jam (air teh, gula sirup,atau susu)
3.    Gastroenteritis oral solution/kristal diare yaitu garam oralit 1 sdm setiap 3 – 5 menit


Hal-hal yang harus dilakukan supaya terhindar dari penyakit Demam Berdarah   Dengue (DBD)
1.    Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan yang bergizi, rutin berolah raga dan istirahat yang cukup
2.    Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M Plus
3.    Fogging (pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa
4.    Pemberian abate akan mematikan jentik pada air. Maka keduanya harus dilakukan untuk memutuskan mata rantai perkembangbiakan nyamuk
5.    Segera berikan obat penurun panas apabila penderita mengalami demam atau panas yang tinggi

METABOLISME


Metabolisme berasal dari bahasa Yunani yaitu “METABOLISMOS yang  artinya Perubahan.
Definisi metabolisme:
-          Suatu proses/ reaksi yang terjadi dalam sel meliputi penguraian dan penyusunan molekul kimia yang melibatkan enzim dan energi.
atau
-          Suatu proses komplek perubahan makanan menjadi energi dan panas melalui proses fisika dan kimia berupa proses pembentukan dan penguraian zat didalam tubuh untuk kelangsungan hidupnya.

Metabolisme ada 2 jenis yaitu:
1.      Katabolisme
Proses penguraian senyawa komplek menjadi sederhana dan menghasilkan energi.
Contoh:
-          Glikogenolisis: proses pemecahan glikogen menjadi glukosa
-          Glikolisis : proses pemecahan glukosa menjadi asam piruvat

2.      Anabolisme
Proses penyusunan molekul sederhana menjadi senyawa komplek yang memerlukan energi.
Contoh:
-          Glikogenesis: proses pembentukan glikogen dan glukosa
-          Glikoneogenesis: proses pembentukan glukosa dari protein atau lemak.

Bahan makanan sebagai sumber energi
1.      Makronnutrien (karbohidrat, protein dan lemak)
Fungsinya yaitu:
a.     Sumber  energi
Energi yang dilepaskan dari ikatan kimia nutrien ialah ATP (Adenosine Tri Posphate), fosfokreatin dan zat molekul berenergi tinggi.


b.     Sintesis
Makronutrien digunakan untuk mensintesis bahan dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pertahana sel dan jaringan.
c.     Cadangan/ simpanan
Jika makanan yang kita makan melebihi kebutuhan tubuh untuk energi dan sintesis, kelebihan nutrien tsb akan disimpan sebagai glikogen dan lemak, cadangan ini menyediakan energi saat puasa.

2.      Vitamin
Fungsinya untuk membantu penggunaan makronutrien dan mempertahankan jaringan tubuh

3.      Mineral
Fungsinya untuk mempertahankan homeostasis (keadaan fisiologi organisme normal)

4.      Air
Fungsinya
a.     Sebagai bahan pelarut dalam tubuh
b.     Sebagai alat transport untuk mendistribusikan nutrien ke jaringan tubuh.





Alur  metabolisme
1.      Karbohidrat – monosakarida
2.      Lemak – asam lemak ->ATP -> enzim ->energi
3.      Protein – asam amino

Keterangan:
Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral+air dirubah menjadi ATP melalui bantuan katalisator berupa enzim, maka akan menghasilkan energi yang diperlukan untuk kontraksi otot dan melaksanakan fungsi sel.

Fase metabolisme karbohidrat
·         Glikolisis -> proses merubah glukosa -> asetil Co-A
·         Siklus kreb (asam nitrat) -> proses merubah asetil Co-A -> H
·         Fosforilasi oksidatif -> proses mereaksikan H+O -> H2O + ATP

Glikolisis
-          Glikolisis= glukose -> asam piruvat/ asetil Co-A
-          R/Glukosa + 2ADP + 2PO4 -> 2 asam piruvat + 2ATP + 4H
-          Hasil akhir glikolisis
+ asam piruvat/ asetil Co-A
+ 2 ATP

Siklus kreb (asam nitrat)
-          Siklus kreb: asetil Co-A -> H
-          R/2asetil Ko-A + 6 H2O + 2ADP -> 4CO2 + 16H + 2Ko-A+ 2ATP
-          Hasil utama:
+ H (hidrogen)
+ 2ATP

Fosforilasi oksidatif
-          Rantai respirasi -> transfer H dari satu karier ke karier lainnya dengan enzim dehidrogenase
-          H + O2 -> H2O + ATP
-          R/2H + ½ O2 + 2e + ADP -> H2O + ATP
-          ATP Hasil fosforilasi oksidatif = 34 ATP

Fase metabolisme lemak
a.      β oksidasi -> proses perubahan asam lemak -> asetil Co-A
b.     Siklus kreb -> proses merubah asetil Co-A -> H
c.     Fosforilasi oksidatif -> proses mereaksikan H+O -> H2O + ATP

Enzim
Merupakan molekul katalis biologi yang berfungsi untuk mempercepat reaksi dalam tubuh.



Enzim yang ada di dalam tubuh
-          Manusia memiliki sekitar 5000 jenis enzim yang menghasilkan lebih dari 25000 reaksi yang berbeda berupa sintesis, penguraian, transfortasi, okskresi, detoksifikasi, penyediaan energi dan regenerasi sel.
-          Contoh enzim pencernaan
a.     Enzim amilase -> mencerna hidrat karbon menjadi diskarida
b.     Enzim Lifase -> memecah lemak menjadi gliserin dan asam lemak
c.     Enzim tripsin -> mencerna/ menyederhanakan protein dan repton menjadi polipeptida dan asam amino.

Sumber enzim
Dibuat didalam tubuh dan berasal dari makanan segar

Energi.
Merupakan hasil dari proses metabolisme untuk menjalankan aktifitas tubuh.

Energi dapat dijumpai dalam beberapa macam, antara lain:
1.      Energi potensial , adalah kapasitas dalam melakukan kerja.
2.      Energi kinetik, adalah energi untuk bergerak
3.      Energi termal, adalah berupa panas (berasal dari transfer  energi ke ATP)
4.      Energi Kimia, adalah energi potensial molekuler yang dapat diukur dengan satuan kalori (=kal)

Energi di dalam tubuh dibutuhkan untuk:
1.      Kinerja (bio) – kimiawi
-         Untuk mensistensis komponen sel yang diperlukan
-         Mempertahankan dan mengubah sumber energi didalam tubuh
2.      Kinerja mekanis
-         Untuk kelangsungan kerja otot
3.      Transfort work pumping of substances across membranes
-         Gerakan dalam sistem biologis, khususnya kedalam dan keluar sel
4.      Kinerja elektrokimia
-         Untuk kerja syaraf, otot, transfor aktif, pertukaran ion, membentuk perbedaan konsentrasi ion dan transmisi impuls syaraf.
              Keseimbangan energi.
Energi di dalam tubuh kita dikatakan seimbang jika jumlah energi yang masuk melalui makanan sama besar dengan jumlah energi yang dikeluarkan untuk kelangsungan hidup.

Laju metabolik basal.
(Basal metabolik rate/ BMR)
Adalah : energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi          fisiologis normal pada saat istirahat fisik maupun mental.
Contohnya: gerak waktu nafas, suhu tubuh, sirkulasi darah.

Fungsi fisiologis normal meliputi:
1.      Lingkungan kimia internal tubuh yaitu gradient konsentrasi ion antara intrasel dan ekstrasel
2.      Aktifitas elektrokimia sistem syaraf
3.      Aktifitas elektromekanik sistem sirkulasi
4.      Pengaturan suhu

·         BMR rata-rata 2000 kalori/hari
·         Kebutuhan energi manusia >2000 kalori/hari yang dibutuhkan untuk: BMR, kegiatan fisik dan SDA
·         SDA (Spesifik Dinamic Action) yaitu energi yang dibutuhkan untuk metabolisme makanan
·         Laju metabolik -> jumlah tenaga yang dibebaskan persatuan waktu.

Cara pengukuran BMR
1.      Tidak makan – minimal 12 jam
2.      Tidur nyenyak semalam
3.      Tanpa gerak badan setelah tidur
4.      Menghilangkan faktor psikis dan fisik yang merangsang metabolisme
5.      Suhu harus nyaman (25 – 300C)

               Faktor yang mempengaruhi BMR
1.      Makanan.
Makanan kaya protein akan lebih meningkatkan BMR daripada makanan kaya lipid atau kaya karbohidrat, Hal ini mungkin terjadi karena deaminasi asam amino terjadi relatif cepat.
2.      Hormon tyroid
Hormon tyroid meningkatkan konsumsi oksigen, sintesis, protein dan degradasi yang merupakan aktivitas termogenesis peningkatan BMR merupakan hal yang klasik pada hypertyroid dan menurun pada penurunan kadar tyroid.
3.      Aktifitas syaraf simpatis
Pemberian agonis simpatis β juga meningkatkan BMR. Sistem syaraf simpatis secara langsung melalui nervus vagus ke hati mengaktivasi pembentukan glukosa dan glikogen sehingga aktivitas syaraf simpatis meningkatkan BMR.
4.      Gerak badan/ latihan
Latihan membutuhkan kalori ekstra dari makanan, jika makanan lebih banyak mengandunng lemak maka berat badan akan meningkat, jika penggunaan energi lebih banyak dan yang tersedia dalam makanan, maka tubuh akan memakai simpanan lemak yang ada dan mungkin akan menurunkan berat badan.
5.      Umur
BMR seorang anak umumnya lebih tinggi dari pada orang dewasa, karena anak memerlukan lebih banyak energi selama masa pertumbuhan.
6.      Jenis kelamin
Wanita memiliki metabolisme lebih rendah dari pada pria. Rata-rata pria memiliki proporsi tulang tangan, otot lebih besar dibanding wanita.
7.      Suhu lingkungan/ Iklim
Orang yang hidup di daerah tropis memiliki metabolisme 10% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang hidup di daerah sub tropis.
8.      Tinggi badan dan berat badan
Orang dewasa berat badan normal memiliki metabolisme lebih tinggi dar pada orang yang kelebihan berat badan.
9.      Suhu tubuh
Demam meningkatkan BMR karena panas dapat mempercepat suatu reaksi kimia, oleh karena itu apabila tubuh demam maka kecepatan metabolisme akan meningkat.
10. Kehamilan
Wanita hamil dan menyusui juga memiliki BMR yang lebih tinggi, karena ibu hamil dan menyusui lebih banyak memerlukan energi untuk pertumbuhan bayinya.

Kecepatan metabolisme
Adalah jumlah energi total yang dibutuhkan per unit waktu.
(Pengukuran kecepatan metabolisme menggunakan BMR)

Hormon yang mengontrol metabolisme
1.      Hormon tyyroid
Dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan produksi panas pada sebagian besar jaringan tubuh, yang disebut dengan efek kalorigenik, melalui pengurangan produksi ATP
2.      Hormon epinephrine
Untuk meningkatkan BMR dengan efek kalorigenik, Epinephrine menstimulasi katabolisme glikogen dan triasilgliseral
3.      Hormon glukagon
Untuk merangsang pembakaran simpanan glukosa hingga gula darah kembali normal (glikogenolisis) dan meningkatkan penggunaan lemak (Lipolisis)
4.      Hormon kortisol
Untuk menghambat metabolisme lemak dan karbohidrat, dengan menstimulasi prose glukoneogenesis dan lipolisir, meningkatkan protein katabolisme, menurunkan penyerapan glukosa pada sel otot dan sel lemak serta meningkatkan pemecahan triosilgliseral.
5.      Growt hormone/ hormon pertumbuhan
Untuk menstimulasi pertumbuhan dan anabolisme protein.

                 Cara untuk meningkatkan metabolisme
1.      Olah Raga
Karena olah raga dapat membentuk otot yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan memperlancar sirkulasi darah, semakin banyak otot terbentuk semakin cepat proses metabolisme.
2.      Mengkonsumsi air putih yang cukup
Berguna untuk memperlancar proses metabolisme tubuh.

Kesimpulan.
Apabila metabolisme tubuh kita lancar, maka pembakaran kalori dalam tubuh kita juga lancar. Namun apabila proses metabolisme kita lambat pembakaran kalori dalam tubuh kita juga lambat.
Glukosa yang merupakan sumber kalori bila tidak terbakar akan berdampak negatif pada tubuh. Karena metabolisme tubuh berkaitan erat dengan pembakaran kalori, maka sangat berpengaruh pada berat badan. Orang yang proses metabolisme dalam tubuhnya cepat cenderung dapat terhindar dari kegemukan, karena proses pembakaran kalori yang masuk dalam tubuhnya juga cepat. Oleh sebab itu metabolisme tubuh sangat penting tidak hanya untuk kesehatan tubuh tapi juga untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri seseorang.