Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.Langsung ke: navigasi, cari Leukemia merujuk kepada satu kelompok penyakit darah yang ditandai dengan kanker pada jaringan-jaringan yang memproduksi darah. Leukemia adalah kanker yang paling banyak menimpa kanak-kanak di negara industri. Di Britania Raya, satu dari 2000 kanak-kanak menderita penyakit ini.
Pada abad ke-19, leukemia dilihat sebagai satu penyakit mematikan tunggal yang homogen, ditandai oleh penampakan sampel darah yang putih (leuko-). Namun dengan
berkembangnya pemahaman proses patologi dan cytologi, dokter sekarang mampu mengenali penyakit berbeda yang banyak yang membutuhkan perawatan yang berbeda.
berkembangnya pemahaman proses patologi dan cytologi, dokter sekarang mampu mengenali penyakit berbeda yang banyak yang membutuhkan perawatan yang berbeda.
Jenis utama
Leukemia boleh dibahagikan secara klinikal dan patologikal kepada bentuk akut
(mendadak) dan kronik (teruk):
•Leukemia akut: penghasilan pesat sel darah muda. Ini menyebabkan tulang sumsum
gagal menghasilkan sel darah dewasa. Boleh terjadi pada kanak-kanak dan orang
muda. Jika tidak dirawat segera, pesakit boleh meninggal dalam masa beberapa bulan
ataupun minggu.
gagal menghasilkan sel darah dewasa. Boleh terjadi pada kanak-kanak dan orang
muda. Jika tidak dirawat segera, pesakit boleh meninggal dalam masa beberapa bulan
ataupun minggu.
•Leukemia kronik: penghasilan banyak sel darah dewasa yamg tak normal. Biasanya
mengambil masa beberapa bulan hingga tahun. Biasanya terjadi pada orang tua, tapi
tidak mustahil pada orang muda. Selalunya diawasi untuk suatu tempoh sebelum
dirawat untuk keberkesanan rawatan yang maksimum.
mengambil masa beberapa bulan hingga tahun. Biasanya terjadi pada orang tua, tapi
tidak mustahil pada orang muda. Selalunya diawasi untuk suatu tempoh sebelum
dirawat untuk keberkesanan rawatan yang maksimum.
Leukemia juga boleh dikelaskan mengikut jenis sel tak normal yang paling banyak
dijumpai dalam darah:
•Jika sel limfoid yang dijangkiti, ia dipanggil "leukemia limfosit".
•Jika sel mieloid yang dijangkiti, ia dipanggil "leukemia mielogenus".
Jika dua jenis kategori ini digabungkan, terdapat empat jenis utama leukemia:
•Leukemia limfosit akut (ALL), paling biasa menjangkiti kanak-kanak.
•Leukemia mielogenus akut (AML), lebih biasa berlaku pada orang dewasa
berbanding kanak-kanak.
•Leukemia limfosit kronik (CLL), biasanya menjangkiti orang tua > 55 tahun, boleh
juga menjangkiti orang muda.
•Leukemia mielogenus kronik (CML), biasanya menjangkiti orang dewasa. Jenis
paling jarang berlaku.
Perawatan
Perawatan umum dari leukemia adalah kemoterapi, kadangkala dengan penambahan
terapi radiasi.
Bila kasusnya parah, transplantasi sumsum tulang kadangkala dibutuhkan. Tulang
marrow yang sehat bila ditransplantasi di badan membantu membangun jaringan yang
rusak oleh perawatan. Kesuksesan dari transplantasi sumsum tulang membutuhkan
pemasangan tepat dari karakteristik darah. Hanya 20% pasien leukemia memiliki donor
saudara kandung yang cocok. Dari mereka yang tidak mendapatkan yang cocok dari
saudara, kurang dari sepertiga dapat menemukan pasangan yang cocok dari orang lain.
marrow yang sehat bila ditransplantasi di badan membantu membangun jaringan yang
rusak oleh perawatan. Kesuksesan dari transplantasi sumsum tulang membutuhkan
pemasangan tepat dari karakteristik darah. Hanya 20% pasien leukemia memiliki donor
saudara kandung yang cocok. Dari mereka yang tidak mendapatkan yang cocok dari
saudara, kurang dari sepertiga dapat menemukan pasangan yang cocok dari orang lain.
Sebuah alternatif dari transplantasi sumsum tulang adalah transplantasi darah tali pusat
dengan menggunakan sel dari tali pusat untuk menggantikan sel yang rusak oleh terapi
leukemia. Proses darah tali pusat mempunyai kelebihan dibandingkan dengan
transplantasi sumsum tulang karena sel-sel darah tali pusat belum diprogram untuk
meneyrang jaringan asing. Proses ini telah berahsil digunakan di antara anak-anak.
Potensi keberhasilan di antara orang dewasa tidak begitu pasti karena sebuah tali pusat
hanya mengandung sepersepuluh jumlah sel yang biasanya dipasok oleh transplantasi
sumsum yang biasa.
dengan menggunakan sel dari tali pusat untuk menggantikan sel yang rusak oleh terapi
leukemia. Proses darah tali pusat mempunyai kelebihan dibandingkan dengan
transplantasi sumsum tulang karena sel-sel darah tali pusat belum diprogram untuk
meneyrang jaringan asing. Proses ini telah berahsil digunakan di antara anak-anak.
Potensi keberhasilan di antara orang dewasa tidak begitu pasti karena sebuah tali pusat
hanya mengandung sepersepuluh jumlah sel yang biasanya dipasok oleh transplantasi
sumsum yang biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar